Fermentasi Pakan Sapi yang Baik bagi Pertumbuhan Ternak Sapi

Untuk peternak sapi jika ingin menyediakan pakan selain rumput segar bisa juga membuat fermentasi pakan sapi. Memberi pakan berupa fermentasi juga memiliki kebaikan untuk sapi. Simak dibawah ini.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi adalah proses perubahan enzimatik anaerobik yang berasal dari senyawa organik lengkap dan menjadikannya sebagai alat untuk bahan organik yang jauh lebih simpel.

Proses fermentasi tentunya memakai mikroorganisme yang tidak bersifat patogen yang mana tidak berbahaya bagi kesehatan. Proses ini bisa membuatnya menciptakan asam, alkohol, serta gas.

Salah satu tujuan prioritas fermentasi yakni sebagai sarana untuk memberi efek awet terhadap makanan. Jika kita mengganti karbohidrat jadi larutan asam organik, maka hal tersebut bisa memperpanjang umur makanan.

Berbagai jenis mikroorganisme yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk proses memfermentasi yakni: yeast (ragi), Leuconostoc, Lactobacillus sp., Aspergillus, Clostridium sp., Streptococcus thermophilus, Neurospora sitophila. Yogurt merupakan salah satu contoh produk hasil fermentasi.

Yogurt merupakan minuman probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh. Yogurt sendiri terbuat dari susu fermentasi dari bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.

Fermentasi Pakan Sapi

Fermentasi pakan sapi yaitu proses pengolahan amonia pada pangan pertanian agar kandungan nutrisi yang sudah terdapat pada pakan ternak hijau dapat disimpan dan tentunya bertahan dalam proses serta waktu yang relatif lama.

Persediaan jerami padi atau dedak padi rata-rata cukup tersedia sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak terutama pada saat musim kemarau panjang.

Untuk dapat terus menyediakan pakan ternak, diperlukan teknologi pengawetan sehingga dapat dikemas dalam berbagai bahan pakan tanpa mengurangi jumlah nutrisi dan nutrisinya.

Salah satu cara pengawetan yang tentunya cocok dengan khasiat jerami padi adalah fermentasi pakan hay steak, karena cara pembuatannya yang sederhana dan mudah sehingga lebih mudah diberikan kepada ruminansia.

Oleh karena itu, sangat penting dilakukan studi pemanfaatan jerami padi dan dedak padi untuk pakan ternak guna memberikan gambaran tentang teknologi pakan yang sangat sesuai dengan keadaan peternak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan bobot sapi dan nilai finansial usaha dedak dan jerami fermentasi.

Manfaat Fermentasi

1. Merangsang Pertumbuhan Bakteri Baik

Mengkonsumsi makanan dan minuman fermentasi baik untuk sistem pencernaan Anda. Probiotik telah terbukti membantu menjaga kesehatan usus, membantu pencernaan, dan meningkatkan kekebalan.

Pasalnya, ketidakseimbangan bakteri di usus dapat menjadi penyebab intoleransi gluten, intoleransi laktosa, infeksi jamur, asma, serta alergi.

2. Menyerap Nutrisi Lebih Baik

Manfaat makanan fermentasi selanjutnya adalah dapat membantu dalam penyerapan nutrisi dalam tubuh. Makanan fermentasi dapat menyeimbangkan bakteri di usus dengan baik dan mendorong sistem pencernaan untuk menyerap lebih banyak gizi dan vitamin yang berasal dari makanan yang Anda makan.

Jika Anda menggabungkan ini dengan diet sehat, nutrisi akan lebih banyak diserap melalui makanan yang Anda makan.

3. Buang Racun di Dalam Tubuh

Makanan dan minuman yang difermentasi adalah sumber nutrisi yang bagus untuk membantu proses detoksifikasi.

Kadar asam dan bakteri dalam makanan fermentasi efektif untuk membersihkan berbagai jenis racun dan logam berat di dalam tubuh seperti merkuri dan aluminium.

4. Mendukung Kekebalan

Beberapa ahli menganggap usus sebagai organ yang mempengaruhi sistem imunitas pada seluruh tubuh.

Jika terjadi radang kronis yang berhubungan dengan penyakit layaknya penyakit kanker, jantung, dan diabetes dapat berasal dari bakteri di usus. Jadi jangan meremehkan manfaat makanan fermentasi bagi tubuh Anda.

5. Melawan Kanker Prostat

Manfaat lain dari makanan fermentasi adalah dapat melawan kanker. Hal tersebut terjadi dikarenakan makanan fermentasi memiliki begitu banyak vitamin K2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan asupan vitamin K2 dapat menurunkan risiko kanker prostat.

6. Menurunkan Tekanan Darah

Jurnal Current Opinion on Lipidology tahun 2006 telah meneliti bahwa susu yang telah melalui fase fermentasi ternyata mampu menurunkan tekanan darah tinggi pada orang dengan tekanan darah tinggi.

7. Memperbaiki Mood

Manfaat tak terduga terakhir dari makanan fermentasi adalah dapat meningkatkan mood atau suasana hati. Saluran pencernaan dan otak saling berhubungan oleh sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (sumbu HPA).

Fermentasi Pakan Sapi

Di daerah penanaman padi, sisa panennya adalah jerami padi yang tentunya banyak. Satu hektar tanaman padi bisa menghasilkan 7 ton jerami. Ibaratnya sapi memakan 30kg jerami padi setiap hari, sehingga bisa dijadikan pakan sapi selama kurang lebih 5 bulan.

Secara tradisional, petani memproduksi jerami padi untuk ternaknya langsung dalam kondisi tidak kering (basah). Sebagian dikeringkan dan ditumpuk sebagai pakan saat bahan pakan ternak cukup sulit didapat.

Jerami padi memiliki beberapa kekurangan yaitu agak sulit dicerna karena kandungan serat (lignin) yang tinggi dan memiliki nilai gizi yang relatif rendah (protein dan zat organik lainnya). Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kualitas jerami. Saat ini seiring berjalannya waktu, teknologi yang dikhususkan untuk fermentasi pakan sapi telah banyak berkembang untuk meningkatkan kualitas pakan.

Manfaat Fermentasi Jerami 

  1. Memiliki dosis protein yang cukup tinggi dibandingkan sedotan biasa. (sekitar 7-9%).
  2. Jauh lebih mudah dicerna untuk ruminansia.
  3. Dosis nutrisi pakan tentunya akan meningkat.
  4. Memiliki bau yang harum, tidak memiliki bau yang menyengat.
  5. Jauh lebih steril dan higienis.
  6. Bahan terjangkau dan harga terjangkau.
  7. Untuk makanan yang awet, praktis dan tentunya tidak mahal

Cara Membuat Pakan Fermentasi Sapi

Bahan dan Alat :

 

  • 2 barrel dengan kira-kira. 60-80 liter, 1 pompa, selang 2 meter atau tergantung selera.
  • Formula I: Fungi Trichoderma sp (1 liter), serta air sekitar 100 liter, pupuk Za sekitar 1,5 kg, TSP sekitar 6 ons, KCl sekitar 6 ons, tepung beras sekitar 1 kg dan gula pasir sekitar 2 kg.
  • Formula II: Jamur Trichoderma sp (kurang lebih 1 liter), kira-kira. 60 liter air, 1 kg pupuk, 1 kg TSP, 1 kg KCl, kurang lebih 1 kg tepung beras, 3 kg gula dan mineral, kira-kira. 2 bungkus.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Sapi Menggunakan Metode Anaerob :

Proses pembuatannya tentunya membutuhkan langkah aktivasi dengan cara campuran tersebut diaduk selama sekurang kurangnya 3 hari hingga menjadi seragam. Hal yang sangat perlu kita perhatikan dalam pembuatan jerami pakan sapi fermentasi yaitu:

  1. Tumpukan jerami tidak boleh terkena air hujan, bahannya tidak boleh terlalu basah;
  2. Pemisahan bahan sesuai dengan kondisi varietas dan kondisi jerami (layu, kering atau segar);
  3. Fermentasi pakan dari jerami sapi yang cukup segar dapat dilakukan dengan metode starter mix spray yaitu air jerami, kira-kira = 1: 100 pada setiap susunan dengan kurang lebih 1 banding 10 banding 100 untuk Jerami yang layu memiliki perbandingan 1: 20: 100 untuk jerami kering. Jika sedotannya basah kita lakukan saja dengan perbandingan 1: 5: 100.
  4. Tumpuk sedotan mentah di tempat yang sudah tersedia, masing-masing setinggi sekitar 20-30 cm. Lebar dan panjang areanya sesuai dengan kebutuhan Anda. Ketebalan dan tinggi tumpukan bisa sampai 2,5 meter jika dihitung dari dasar tumpukan. Kemudian tinggal simpan di tempat teduh dan tidak akan hujan.
  5. Waktu fermentasi untuk pakan sapi kira-kira. 21 hari. Metode fermentasi straw beef bekerja dengan baik jika tumpukan jerami tidak menghasilkan uap panas atau mengeluarkan asap.
  6. Kondisi bahan yang basah berlebihan ataupun tersiram air hujan secara berlebihan menyebabkan jerami menjadi busuk yang pada akhirnya menyebabkan panas dan mengakibatkan produk yang kita terima tidak baik.

Jerami pakan sapi fermentasi yang baik memiliki sifat sebagai berikut: jerami masih terlihat segar, tetapi tekstur permukaannya menjadi lebih lembut dan warnanya agak kuning hingga putih pucat

Cara Membuat Pakan Fermentasi Sapi Menggunakan Metode Terbuka :

Kita bisa melakukannya secara pribadi dan terbuka. Cara terbukanya yakni jerami pakan sapi yang telah kita fermentasi diharuskan untuk kita keringkan sebelum disimpan agar tidak timbul jamur selama penyimpanan yang dapat memberi pengaruh terhadap mutu jerami yang akan kita buat dan produksi.

Waktu penyimpanannya hampir sama. Bisa sampai 2 tahun atau disesuaikan dengan kondisi fisik Anda. Sedangkan metode terbuka dilakukan dengan:

  1. Membikin galah bambu dengan ukuran sekitar 6 meter ke atas sebagai tiang penguat tumpukan jerami;
  2. Buat alas menggunakan bahan bambu yang sudah kita beri sisa sedikit dari tanah, atau anda dapat memberinya sabut kelapa yang telah dikupas dengan mesin pengupas batok kelapa dan
  3. Lalu tata sedotan pada alas secara melingkar mengelilingi tiang hingga membentuk lapisan melingkar.
  4. Kemudian susun lapisan berikutnya dengan arah berlawanan. Ukuran setiap lapisan sekurang kurangnya sekitar 30 cm, jadi lapisan selanjutnya harus sudah mencapai ketinggian kurang lebih 6 meter.

Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan ternak, pakan tambahan perlu diberikan berupa 1 kg rumput hijauan ataupun fermentasi biji-bijian dan kurang lebih sekitar 4 kg dedak.

Saat musim kemarau atau saat persediaan pakan kurang mencukupi bagi ternak, kami dapat menyediakan pakan hingga 25%, sementara yang lain menyediakan jerami fermentasi. Pakan ini cukup untuk mendukung pertumbuhan sapi dengan baik.

Tips Memberikan Pakan Fermentasi Sapi

  1. Pakan sapi hanya difermentasi pada siang dan sore hari. Artinya, jika Anda memberinya cukup hijau dan segar di pagi hari.

    Anda bisa memberi sapi Anda ampas tahu, kulit kacang tanah, dedak, rumput, dll. Atau rumput yang sudah dicincang dengan pencacah rumput multifungsi agar lebih mudah dicerna sapi.

  2. Jika Anda memberi pakan dan sapi tidak mau memakannya, tentu ada tipsnya. Kami hanya bisa memberi sedikit. Anda juga bisa menempuh rute yang cukup ekstrim, yaitu metode makanan cepat saji.

    Kami memberi makan tanpa memberikannya agar ternak Anda kelaparan. Kemudian kami dapat memberikan pakan dalam jumlah yang memenuhi persyaratan kami.

  3. Agar postur tubuh lebih cepat, selain pakan fermentasi sapi, sebaiknya ternak juga diberi pakan lain layaknya sekam kedelai, sekam kopi, dedak padi dan lain-lain.

    Gunakan pakan fermentasi ini hanya untuk waktu yang mendesak, mis. B.Ketika musim kemarau panjang dan musim hujan terlalu panjang.

  4. Air tidak boleh terlambat, dikarenakan metode ini sangat tidak sama dengan metode Komboran yang hanya memakan waktu sekali sehari.
  5. Dalam fermentasi pakan sapi yaitu sejenis jerami, rumput lapang dan lain-lain dilarang menggunakan bahan yang jauh dari akal sehat.
  6. Kami hanya boleh menggunakan metode fermentasi pakan sapi ini untuk sapi yang secara alami cocok untuk jenisnya. Setelah itu bisa digunakan lain kali, atau bekerja sangat baik jika hanya digunakan pada musim kemarau.
    Penggunaan fermentasi yang berlebihan pada kambing betina memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap garis keturunan genetik kambing tersebut.
  7. Kita perlu mengutamakan dan mendahulukan pakan segar hijau yang tentunya jauh lebih baik agar kita bisa memberi sapi pakan dan gizi yang cukup.

Demikian mengenai pembuatan pakan fermentasi sapi. Dengan menggunakan pakan fermentasi, maka tentu sapi akan lebih sehat dan gemuk. Semoga bermanfaat.

Author: boz pulsa