Fungsi Surat Perjanjian

Di saat adanya kesepakatan antara satu pihak dengan pihak yang lain mengenai suatu hal, biasanya akan ada surat khusus yang digunakan untuk menjembatani kesepakatan tersebut. Nah, surat tersebutlah yang dinamakan dengan surat perjanjian. Jenis surat perjanjian tersebut diantaranya adalah surat perjanjian kontrak rumah, perjanjian jual beli, perjanjian kerja sama, hingga surat perjanjian hutang.

Mengingat jenis dari surat perjanjian tidak hanya satu saja, maka fungsi dari surat perjanjian juga sesuai dengan jenis dari surat tersebut. Lalu, sebenarnya apa saja fungsi surat perjanjian secara umum? Yuk simak semua penjelasannya di bawah ini. 

Sebagai Bukti yang Jelas dan Legal

Adanya kesepakatan atau perjanjian tanpa dituliskan secara resmi dalam suatu surat, tentu rawan akan terjadinya pengingkaran dari pihak-pihak tertentu. Apabila perjanjian dituliskan secara tertulis dan dibubuhi dengan materai, maka surat tersebut dapat menjadi bukti yang jelas dan legal bagi kedua belah pihak. Dengan begitu, perjanjian mempunyai nilai yang kuat untuk dipertanggungjawabkan secara hukum.

Menjamin Hak dan Kewajiban Pihak-Pihak Terkait

Sering kali dalam suatu perjanjian, terjadi ketidaksesuaian hak dan kewajiban bagi satu pihak dengan pihak yang lain. Sehingga, akan menimbulkan kesepakatan yang berat sebelah. Namun, ketika surat perjanjian dibuat, kedua belah pihak akan berunding dan menentukan apa saja hak serta kewajiban masing-masing.

Ini akan memudahkan kedua belah pihak dalam pemenuhan hak serta kewajiban mereka.  Selain itu, tentunya akan meningkatkan rasa bertanggung jawab dikarenakan adanya kekuatan hukum dalam surat perjanjian yang ditandatangani.

Mencegah Masalah di Kemudian Hari

Bagi siapa pun yang terlibat dalam suatu perjanjian, pastinya tidak ingin ‘kan jika perjanjian tersebut berakhir dengan permasalahan? Nah, salah satu fungsi dari surat perjanjian ini adalah untuk menghindari terjadinya masalah di kemudian hari bagi kedua belah pihak.

Masalah dalam perjanjian bisa saja terjadi ketika tidak ada ketentuan yang mengikat di antara keduanya. Mengingat kesepakatan bisa saja hanya berupa kesepakatan lisan. Sehingga, cenderung tidak terlihat mempunyai bukti yang valid dan bisa membawa pada perilaku semena-mena dari satu pihak pada pihak yang lain.

Memudahkan Penyelesaian dengan Hukum

Seperti yang disinggung dalam penjelasan sebelumnya, surat perjanjian termasuk dalam surat yang mempunyai kekuatan hukum. Dengan begitu, ketika terjadi permasalahan dalam perjanjian tersebut, pihak yang melanggar akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang telah disetujui.

Kemudian, apabila pihak yang melanggar tadi tidak melakukan ganti rugi atau sanksi sebagaimana mestinya, maka pihak yang mengalami kerugian dapat melaporkannya ke kepolisian untuk ditindak lebih lanjut. Serta, surat perjanjian yang ada dapat dijadikan sebagai bukti di ruang pengadilan. Hal ini membuktikan jika surat perjanjian memang tidak bisa disepelekan dalam pertanggungjawabannya secara hukum.

Terhindar dari Kerugian

Ketika terdapat surat perjanjian yang mengikat antara kedua belah pihak, maka pihak-pihak yang terlibat juga otomatis akan terhindar dari adanya kerugian. Ini dikarenakan surat perjanjian juga memuat mengenai poin-poin yang hak serta kewajiban bagi kedua belah pihak. Disamping itu, biasanya surat perjanjian juga memuat mengenai konsekuensi atau sanksi yang akan diterima oleh pihak yang melanggar perjanjian tersebut. Dengan demikian, tidak akan terjadi kerugian antara pihak yang satu dengan yang lain.

Nah, demikian ulasan mengenai fungsi surat perjanjian yang biasanya kerap dijadikan acuan oleh pihak-pihak yang akan melakukan kesepakatan. Dalam membuat surat perjanjian, usahakan untuk melibatkan pihak-pihak yang ikut dan penandatangan surat biasanya harus dilakukan dengan adanya saksi-saksi dari kedua belah pihak tersebut.

Author: boz pulsa