Jenis-jenis Genteng Metal

Genteng atau atap merupakan salah satu komponen pelindung rumah yang sangat penting. Genteng metal seringkali menjadi pilihan yang banyak dilirik karena memiliki berbagai kelebihan yang sangat dibutuhkan oleh atap rumah. Sifatnya yang paling populer adalah ringan, kuat, dan juga tahan gempa. Apalagi genteng ini memiliki banyak sekali jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, sebelum memutuskan membeli material satu ini, sangat penting mengetahui apa saja jenisnya.

Inilah Jenis-jenis Genteng Metal yang Perlu Anda Tahu

1. Galvalume Steel

Bahan utama dari jenis ini adalah baja besi atau karbon yang mendapatkan lapisan aluminium. Bentuknya berupa lembaran-lembaran mirip seng dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli. Sifat dari material ini adalah cenderung lentur dan cukup ringan karena bahan utamanya memang menggunakan baja ringan. Pengaplikasian material ini lebih banyak digunakan pada bangunan yang ada di kawasan perkotaan.

2. Berpasir

Jenis genteng metal kedua adalah berpasir yang merupakan terobosan baru dari jenis-jenis sebelumnya. Bahan yang digunakan bisa dibilang cukup banyak, yakni seperti zinc phospat, coraltex, lapisan serbuk batuan dan juga zincalume. Pada sebuah hunian, idealnya genteng ini memiliki ukuran sekitar 0.20-0.40 mm. Kelebihannya adalah tahan terhadap goresan dan anti pecah, mampu meredam panas, dan memiliki warna yang sangat bagus.

3. Stainless Steel

Keberadaan jenis stainless steel seringkali digunakan sebagai pelindung bagian paling luar pada sebuah bangunan. Meskipun menggunakan bahan aluminium, berat dari genteng ini jauh lebih besar dibandingkan aluminium pada umumnya. Maka tidak heran apabila penggunaannya lebih ditekankan untuk bagian luar karena bisa menahan terpaan angin kencang. Selain itu, tingkat ketahanan yang dimiliki sangat kuat dan luar biasa.

4. Spandek

Jenis genteng metal selanjutnya adalah spandek yang lebih banyak digunakan untuk penutup atap mall, pabrik, ruko minimalis, dan sejenisnya. Alasannya adalah karena bahannya yang terbuat dari galvalum dan zincalume sangat bagus untuk atap=atap bangunan besar. Ciri khasnya terletak pada bagian permukaannya yang dibuat bergelombang. Tujuannya adalah agar genteng ini lebih mudah proses pengecatannya.

5. Tembaga

Diantara jenis genteng metal lainnya, tembaga memang yang paling banyak dilirik meskipun harganya lebih mahal. Hal ini karena material tembaga terkenal memiliki sifat yang kuat dan tahan lama. Bahkan, banyak yang ahli bangunan yang mengatakan apabila bahan tembaga mampu bertahan bahkan lebih dari 100 tahun lamanya. Untuk itu tidak heran apabila jenis satu ini tidak hanya digunakan pada hunian saja, tetapi juga kubah, menara, bahkan gereja.

Itulah beberapa jenis genteng metal sekaligus beberapa informasi penting terkait. Dari masing-masing jenis tersebut, Anda bisa menentukan mana yang paling pas dan dibutuhkan. Untuk itu, pastikan memperhatikan terlebih dahulu karakteristik dari masing-masing jenisnya.

 

Author: boz pulsa