Sejarah Masjid Agung Demakby boz pulsaon.Sejarah Masjid Agung DemakMasjid secara bahasa merupakan tempat untuk bersujud. Ada pula secara syar’i, masjid merupakan tempat yang dipersiapkan untuk para umat islam melaksanakan shalat lima waktu secara berjemaah. Tak jarang pula seseorang yang tak bisa melaksanakan ibadah shalat di masjid. Mereka menjadikan rumah untuk melaksanakan ibadah shalat sebagai tempat pengganti masjid. Jika para umat islam melaksanakan ibadah […]

Masjid secara bahasa merupakan tempat untuk bersujud. Ada pula secara syar’i, masjid merupakan tempat yang dipersiapkan untuk para umat islam melaksanakan shalat lima waktu secara berjemaah. Tak jarang pula seseorang yang tak bisa melaksanakan ibadah shalat di masjid. Mereka menjadikan rumah untuk melaksanakan ibadah shalat sebagai tempat pengganti masjid. Jika para umat islam melaksanakan ibadah shalat secara berjemaah di rumah, makan rumah itu juga dimakan sebagai masjid.

Mesjid Agung kota Demak masuk di kategori mesjid paling tua di negara Indonesia. Letak mesjid ini sendiri berada di daerah perkampungan Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Para ulama atau wali yang menyebarkan ilmu ilmu agama islam di tanah jawa yang biasa kita sebut dengan Walisongo. Dipercayai dulunya pernah berkumpul pada masjid agung demak ini. Raden patah yang saat itu menjadi raja pertama dari kesultanan demak. Yang merupakan pendiri masjid agung demak sekitar abad ke-15 Masehi.

Sejarah Masjid Agung Demak

Raden Patah dan juga para wali songo membuat masjid yang berwibawa ini dengan terinspirasi dari bulus. Ini adalah candra sengkala memet, yang artinya ialah Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Jadi, gambar bulus ini terdiri dari kepala yang artinya angka 1 (satu), 4 kaki yang artinya angka 4 (empat), badan bulus yang artinya angka 0 (nol), ekor bulus yang artinya angka 1 (satu). Arti dari gambar-gambar tersebut mempunyai arti kalau masjid agung demak ini pada tahun 1401 Saka. Dan masjid ini dibangun pada tanggal 1 Shofar.

Sejarah Masjid Agung Demak

Masjid agung demak ini memiliki bangunan-bangunan besar dan juga serambi. Bangunan besar atau induk mempunyai empat tiang utama yang disebut saka guru. Diantara bangunan bangungan itu ada yang namanya saka tatal. Sasa katal ini terbuat dari bahan serpihan-serpihan kayu, dan sasa tatal ini salah satu dari tiang utama bangunan masjid. Bangunan serambi adalah bangunan yang terbuka. Lalu ada yang namanya saka majapahit, saka majapahit ini ialah suatu atap yang berbentuk menyerupai limas yang ditopang dengan delapan tiang bangunan. Ada tiga bagian limas masjid yang menggambarkan 1 iman, 2 islam, dan 3 ialah ihsan. Pada masjid ini ada pula yang namanya Pintu Bledeg. Pintu bledeg mempunyai cerita unik tersendiri yang bermakna candra sengkala. Penjabaran artinya sebagai berikut Naga Mulat Salira Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Pada sekitar wilayah perkarangan Masjid Agung Demak, dikelilingi oleh beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak. Yang salah satunya ialah Sultan Fattah yang pada saat itu sedang menjabat sebagai raja pertama Kesultanan Demak. Dan ada pula makam-makam para abdinya. Pada wilayah ini pula ada Museum Masjid Agung Demak. Yang isinya ialah banyak hal-hal mengenai sejarah dan juga riwayat Masjid Agung Demak. Pada tahun 1995, Masjid Agung Demak dicalonkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Penulis website askerjeukendrup.com punya informasi harga karpet masjid murah terbaru di toko karpet masjid di bekasi paling laris seIndonesia. Mungkin anda bisa coba baca info yang saya rekomendasikan ini

 

Author: 

Related Posts